Jumat, 06 November 2009

Mr X


Banyak hal yang gw ingat dia lakukan dan dia katakan tapi dia ternyata ga ingat

Mungkin salah dia dengan memorinya

Atau salah gw yang terlalu ingat hal2 remeh tentang itu


Gw ingat ketika dia dengan santainya rela gotongin meja & kursi buat gw dan temen sebangku gw, bersama 3 anak cowo lain

Waktu itu gw merhatiin dia dengan anduk di bahunya naro meja-bangku itu di tempatnya

Gw inget ekspresi nya yang tetap riang dan bagi gw terlihat tulus

Gw pikir, baik juga nih orang, padahal dia ga akrab sama gw.

Sementara 3 cowo lainnya emang duduk didepan gw, jadi wajar kena tumbal bantuin gw dan teman sebangku gw.

Sedangkan dia, yg jarang berinteraksi dengan gw langsung mengiyakan dengan santai ketika salah satu dari mereka ngajak dia.


Temen sebangku gw yang ngucapin terimakasih ke dia setelahnya, diiringi mata gw yang melirik dia.

Itu pertama kalinya gw ngerasain ketulusan dia.

Bantuan yang mungkin sebenarnya biasa-biasa saja, tapi memberi kesan positif tersendiri dan terekam di otak gw.


Selanjutnya setelah makin lama mengenal dia, makin banyak hal tentang dia yang makin bikin gw terkesan.

Dia salah satu orang paling baik dan menyenangkan yang pernah gw temui.

Kesan yang gw dapet, dia amat sangat santai dan easy going, seolah-olah ga ada masalah yang worthed buat terlalu dipikirin.

Selain itu dia juga punya kemampuan bersosialisasi yang tinggi.

Mungkin gw terkesan karena gw ga punya beberapa kualitas itu.

Gw adalah orang yang meski cuek tapi sebenarnya suka ngerasa ga tenang mikirin masa depan gw sendiri.

Mungkin gw terkesan karena saat masa sekolah di mana orang-orang hanya bergaul dengan kelompok-kelompok nya dan tidak mempedulikan kelompok lain, dia ga pernah membeda-bedakan dan tetap bersikap baik dan ramah ke siapa aja.

Dan masih banyak kemungkinan lainnya, karena amat mudah menyukai orang seperti itu.


Tapi kata mereka, saatnya gw berhenti

Gw pun sebenarnya sadar betul kebenarannya

Kadang gw pengen memutar waktu dan ga pernah memulainya

Tapi kalo dipikir-pikir ga mungkin bisa menyesal mengenal orang sebaik itu

I can’t hate him. Never could.


So here I am…

Mencoba pasrah dan mengembalikan semuanya ke something named destiny

If it meant to be, then it will be. If not, it won’t be,right?

Jadi gw mencoba memfokuskan pikiran ke sesuatu yang lain

Mulai menata masa depan gw yang dimulai dengan proposal skripsi

Masalah baru sebenarnya karena gw masih belum nemu topik yg bener-bener pas di hati.

Tapi ini pelarian terbaik saat ini.

Sambil tetap menjadi teman yang baik buat dia.

Selalu.


0 komentar:

Posting Komentar